• SMAN 7 BENGKULU UTARA

  • Jl Raya Desa Pasar Baru Kota Bani, Putri Hijau, Bengkulu Utara

CINTA BERSEMBUNYI DISEBALIK TAKDIR Oleh : Agis Triana Sari Devi

 

      King Attala Ahmad, seorang pemuda tampan yang sangat baik dan sholeh. Orang-orang disekelilingnya kerap memanggilnya Attala. Attala sangat mencintai seorang gadis cantik bernama Syaqila Zahwa, yang kerap disapa Zahwa.

Sebenarnya Attala dan Zahwa merupakan sahabat sejak kecil dan mereka terpaksa berpisah karena sama-sama mengejar cita-cita.

Ketika mereka memutuskan untuk sama-sama mengejar cita-cita, Attala hanya bisa berdoa dan memohon petunjuk dari Allah.

“Ya Allah, jika perpisahan ini adalah kehendakmu aku ikhlas dan apabila dia jodohku pertemukanlah kami kembali”. Pinta Attala dalam doanya

     Keesokan harinya, Zahwa menelepon Attala untuk menemaninya membeli barang persiapan ia kuliah.

“Kringgg...kring...kring”. Handphone Attala berdering.

Iya pun segera mengangkat teleponnya.

“Hallo, Assalamualaikum “.Ucap Attala.

“Waalaikumsalam, Attala! Zahwa boleh minta tolong tidak?”. Jawab Zahwa dan bertanya kepada Attala.

“Boleh dong...Mau minta tolong apa wa?”. Sahut Attala.

“Tolong antarin aku ke toko buku, untuk membeli persiapan kuliah”. Jawab Zahwa.

“Ooo...Oke-oke aku langsung siap-siap nih”. Ujar Attala dengan hati senang.

“Oke...Kalau begitu aku tunggu ya. Assalamualaikum “. Zahwa mengakhiri telepon.

“Waalaikumsalam”. Jawab Attala.

Telepon berakhir dan mereka berdua bergegas bersiap-siap.

       Beberapa menit kemudian, Attalapun sampai  di rumah Zahwa.

“Tok...tok..tokk... Assalamualaikum Zahwa”. Mengetuk pintu sambil memanggil Zahwa.

“Waalaikumsalam...sebentar”. Sahut ibu Zahwa.

“Eh Attala, mau cari Zahwa ya?”. Sapa ibu Zahwa kepada Attala.

“Iya tante, tadi Zahwa minta tolong untuk menemani dia beli barang”. Jawab Attala.

“Oh gitu...Yaudah masuk dulu”. Mengajak Attala masuk.

Belum sempat masuk Zahwa pun keluar.

“Eh...Attala dah sampai, yaudah yuk pergi sekarang “. Ucapnya.

“Yaudah ayok”. Jawab Attala.

“Pergi dulu ya bun”. Pamit Zahwa kepada ibunya.

“Iya, hati-hati ya”. Ucap ibu Zahwa.

     Sesampainya di toko buku Zahwa langsung membeli apa yang dia butuhkan. Sekitar lebih 45 menit merekapun selesai belanja. Attala pun mengajak Zahwa untuk main sebentar.

“Wa...Kan udah selesai, gimana kalau kita main dulu sebentar”. Ucap Attala.

“Ayokk”. Jawab Zahwa.

Hanya membutuhkan waktu sekitar beberapa menit akhirnya mereka sampai.

“Dah sampai”. Kata Attala.

“Yukk kita duduk”. Lanjutnya.

“Emm....Wa! Sebenarnya ada yang mau aku omongin sama kamu, tapi aku takut ngomong ke kamunya”. Ucap Attala dengan nada gerogi.

“Ngomong apaaa?.....ngomong ajalah  gapapa santai, kayak gak biasa aja sih kamutu”. Jawab Zahwa.

“Emmm...Jadi gini wa, kita kan  dah lama sahabatan dan jujur aku menaruh perasaan sama kamu”. Ucap Attala.

“Hah serius?”. Zahwa terkejut dengan pernyataan sahabatnya itu.

“Eee..Gimana ya, jujur sebenarnya aku juga sudah lama menaruh perasaan yang sama ke kamu Attala. Tapikan kamu tau dalam agama kita tidak diperbolehkan laki-laki dan perempuan yang belum muhrim menjalin sebuah hubungan”. Jawab Zahwa sambil menjelaskan kepada Attala.

“Iyaaa, aku tau wa....Aku hanya ingin menyatakan perasaan ini ke kamu”. Ucap Attala.

“Kita serahkan semuanya kepada Allah ya...Jika memang kita berjodoh, pasti kita akan dipersatukan”. Ucap Zahwa.

Setelah membahas soal perasaan mereka satu sama lain, mereka pun pulang. Sesampainya di rumah Attala langsung pamit untuk pulang.

     Beberapa tahun kemudian, seseorang memberikan kabar kepada Attala bahwa Zahwa sudah menikah dengan pemuda di kota tempat ia berkuliah. Attala sangat sedih karena dia sangat mencintai dan selalu menjaga Zahwa, tetapi ia juga menyadari bahwa semuanya adalah kehendak Allah. Attala dan Zahwa saling mendukung satu sama lain dalam kejadian tersebut. Mereka percaya bahwa rencana Allah selalu lebih baik dari apa yang mereka inginkan. Attala kembali bersyukur kepada Allah atas keputusan yang diambilnya. Dia yakin bahwa ada yang lebih baik yang sedang Allah siapkan untuknya.

    Kelang beberapa bulan setelah kabar pernikahan Zahwa. Attala pun memutuskan untuk menikah dengan seorang gadis pilihannya. Ia pun sudah menerima dengan ikhlas bahwa ternyata memang bukan Zahwa jodohnya. Dikemudian hari mereka pun sama-sama dipertemukan di suatu tempat namun dengan kehidupan baru dengan pasangan nya masing-masing.

  

Kita sebagai manusia harus yakin bahwa cinta dan kehendak Allah selalu membawa kita kepada kebaikan yang sejati. Walau terkadang di luar dugaan manusia

~ags_trnsrdv~

 

Bengkulu Utara, 20 Juli 2024

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Hari Pahlawan Nasional

???? 10 November 2025 — Hari Pahlawan Nasional Hari ini bukan sekadar tanggal merah atau upacara bendera. Hari ini adalah momen untuk merenung dan meneladani semangat para pahlawa

03/03/2026 09:05 - Oleh Administrator - Dilihat 2 kali
Tempat Spesial Karya: Carol Falia Dungus (XII IPA1)

  Aku bukan anak spesial. Tapi aku rasa, aku berada di tempat yang spesial. Tempatku tinggal bukan tempat  yang cukup maju. Bukan pula terpelosok. Desa Campur Uhang. Desa yan

15/01/2026 13:00 - Oleh Administrator - Dilihat 0 kali
RUMAH YANG TUMBUH BERSAMAKU (Untuk Bengkulu, di Ulang Tahun ke-57)

  Bengkulu, Engkau adalah Rumahku. Bukan hanya tanah, tapi Ibu yang menyambutku. Aku datang di langkah kecil seorang bocah transmigran, Membawa sepotong rindu dari seberang. Kini

18/11/2025 13:40 - Oleh Administrator - Dilihat 459 kali
SURAT SANG GURU (Titi Karyati, S.Pd)

???? 10 November 2025 — Hari Pahlawan Nasional Hari ini bukan sekadar tanggal merah atau upacara bendera. Hari ini adalah momen untuk merenung dan meneladani semangat para pahlawa

10/11/2025 13:43 - Oleh Administrator - Dilihat 514 kali
Langkah Kecil Yang Berbuah Prestasi : Kisah Inspiratif Shilvia May Sandi

  Shilvia May Sandi adalah siswi aktif yang saat ini duduk di kelas 11 SMA, tepatnya bersekolah di SMAN 7 BENGKULU UTARA. Ia dikenal sebagai salah satu siswa berprestasi di bidang

10/10/2025 09:01 - Oleh Administrator - Dilihat 671 kali
CERPEN "Dialog Hitam Putih" (RENNA PUTRI LESTARI)

Prolog :         Aku tidak  percaya yang namanya teman, sahabat, teman sejati , atau semacam itu lah, aku merasa Tuhan juga tidak  sayang d

13/01/2025 11:05 - Oleh Administrator - Dilihat 689 kali
CERPEN : "Hadiah Paling Berharga" PART 1 (Winda Mardian Putri, 2024)

Sore itu, matahari tersorot jelas memberikan cahayanya. Ditambah lagi dengan angin-angin yang menyambut setiap desakan panas yang menyingsing, terlihat seorang gadis kecil yang tengah m

18/12/2024 09:25 - Oleh Administrator - Dilihat 1750 kali
CERPEN "YANG TERLUPAKAN" (SUCI WULANDARI)

Menjalani sebuah kehidupan tak harus selalu sempurna memiliki sebuah kekurangan adalah hal yang biasa dan wajar seperti Sawala yang pandai dalam bahasa asing dan yang mana Sawala sangat

06/12/2024 10:53 - Oleh Administrator - Dilihat 1315 kali
CERPEN "BAYANG-BAYANG DI ANTARA KITA (SUCI WULANDARI, XII IPA 3)"

  Tema: Pencarian identitas Moralitas dan etika Kesehatan mental      Senja terpancar dengan lembut di atas taman kota. Lili duduk sendiri di bangku kayu,

15/10/2024 10:25 - Oleh Administrator - Dilihat 1211 kali
JURNALISTIK : "MENGENAL LEBIH DEKAT PLG SEBELAT" (HERVINA FLORENSIA SIREGAR)

Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orangdengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, ataumempelajari keun

13/06/2024 11:56 - Oleh Administrator - Dilihat 1897 kali